Manchester United Tawarkan Pilihan Untuk Mike Phelan dan Michael Carrick

Manchester United dikatakan memberikan tawaran jabatan anyar untuk Mike Phelan dan Michael Carrick. Ke 2 orang di belakang layar Manchester United ini ditawarkan pekerjaan tak sama.

Mike Phelan sebagaimana dilansir football5star. com dari dailymail, Senin (22/4/2019) ditawarkan untuk menempati jabatan direktur teknik. Apabila Phelan memenuhi tawaran ini, maka Carrick diusulkan manajemen mengisi posisi menjadi asisten manajer.

Dewan manajemen yang diwakili oleh Matt Judge sudah berkonsultasi dengan Phelan dan Ole Gunnar Solskjaer tentang tawaran ini. Untuk publik Old Trafford, Phelan bukan orang anyar.

Dia merupakan aktor ke 2 di balik kesuksesan Manchester United di jaman Sir Alex Ferguson. Phelan menjadi pendamping setia Sir Alex sejauh lebih dari 13 tahun.

Pada tahun perdananya di Manchester United, Phelan jadi asisten pelatih untuk tim kedua Red Devils. Pada 2001, dia ditunjuk jadi pelatih tim inti Red Devils. Posisi ini dia emban hingga 2008.

Usai sempat pergi dari Old Trafford begitu Ryan Gigss diganti Louis van Gaal, Phelan balik lagi mendapat tugas vital jadi asisten untuk Ole Gunnar Solskjaer.

Phelan sendiri dikatakan memang berkeinginan memperoleh peran dan wewenang lebih untuk membuat tim dari seluruh lini. Ekspektasi Phelan ini mendapat sambutan bagus dari CEO Red Devils, Ed Woodward.

Apabila Phelan akhirnya naik jabatan, Ole Gunnar Solskjaer jelas tidak harus panik, Carrick siap untuk menjadi penerusnya. Mantan bintang Tottenham Hotspur ini disebut seorang punya kualitas untuk menjadi asisten manajer.

Carrick memperoleh sejumlah ilmu kala Jose Mourinho menjadi manajer. Dia banyak kali diminta Mourinho untuk memimpin pelatihan Paul Pogba dan kawan-kawan atau memberikan instruksi dari pinggir gelanggang kala pertandingan.

Pirlo Sarankan Balotelli Mencari Ilmu melalui Moise Kean

Legenda Italia, Andrea Pirlo, memuji kinerja striker muda Moise Kean. Dia sampai menyarankan supaya Mario Balotelli menimba ilmu melalui striker Juventus itu.

Moise Kean belum lama mencuri atensi sehabis menyarangkan goal pada pertandingan debutnya bareng Italia kala menghajar Finlandia 2-0. Golnya di babak ke 2 membuatnya jadi bintang paling muda yang menyarangkan goal buat Gli Azzurri.

Untuk itu, Pirlo juga tidak sungkan memuji bintang Juventus ini. “Dia tak membuang kepercayaan yang diberi manajer kepadanya serta saat ia berlaga, ia langsung menyarangkan goal. Moise memberi sejumlah pilihan buat tim nasional, ” katanya pada Gazzetta dello Sport, Senin (25/3/2019).

Sementara itu, lelaki yang menyelesaikan karier sepak bolanya pada tim MLS, New York City FC itu kembali mengingat sosok Balotelli saat menyaksikan kehadiran Moise Kean. Dia menyatakan ke 2 bintang memiliki beberapa kesamaan di dalam segi kemampuan.

Namun begitu, 1 hal yang jadi perhatian Pirlo merupakan sifat Balotelli yang tersohor tempramental. Dia juga mendesak penyerang Marseille itu dapat menimba ilmu melalui juniornya.

“Mario kembali main baik pada tim serta menurut aku ia memiliki kesempatan baik balik lagi menuju timnas. Namun bakal berlangsung rivalitas yang amat sengit di sana, ” ungkapnya.

“Jika ia betul-betul balik lagi, tak terdapat alasan lagi untuknya buat tak menimba ilmu melalui bintang lainnya, diantaranya melalui Moise. Keduanya amat hebat serta dapat berduet 1 sama lainnya, ” tutur Pirlo.

Gasperini Minta Ronaldo Tampil Lawan Atalanta

Juru tak-tik Atalanta, Gian Piero Gasperini, telah tak sabar melawan Juventus di dalam laga lanjutan Liga Italia, hari Rabu (26/12). Dia juga berharap superstar Juve, Cristiano Ronaldo diturunkan.

Sebelumnya juru tak-tik Juventus, Massimiliano Allegri, mengatakan bakal mengistirahatkan Ronaldo di laga bertajuk boxing day kali ini. Keputusan ini didasari oleh kebugaran sang bintang sebab terus dimainkan pada semua pertandingan. Allegri menyatakan jika anak asuhnya ini perlu waktu istirahat.

Namun begitu, Gasperini malah berharap sebaliknya. Dia berharap supaya bintang terbaik dunia 5 kali tersebut tetap berlaga buat mempertontonkan kebolehannya mengontrol bola.

“Ronaldo? Moga-moga ia berlaga sebab ia memiliki atraksi yang unik buat ditampilkan ke penonton. Ia memiliki teknik yang amat mematikan buat kami, namun Juve memiliki beberapa bintang kuat buat jadi pengganti dia,” tutur Gasperini sebagaimana ditulis Calcio Mercato.

“Juventus memecahkan seluruh rekor kampanye musim ini, enam belas kali memenangkan pertandingan serta cuma seri satu kali. Kami bakal coba buat menghentikan mereka demi merayakan Natal bareng suporter. Tapi, kami bakal ditinggal 3 bintang fundamental serta ini jadi ujian sulit,” dia melanjutkan.

Selain itu, bekas juru tak-tik Inter Milan itu pun memberi komentar tentang pertandingan bertajuk boxing day yang baru pertama kali diselenggarakan Serie A. Dia meminta momen itu dapat digunakan seluruh suporter buat ramai-ramai hadir menuju stadion bareng keluarga.

“Boxing day? ini pertama kalinya digelar di Italia. Kami harap dapat menyaksikan anak-anak serta semua keluarga hadir menuju stadion buat menyambut Natal bersama tim yang mereka cinta,” pungkasnya.

Buffon Tidak Mau Melawan Juventus di Final Liga Champions

Menjadi eks bintang, leader kesebelasan, sekalian ikon tim, Gianluigi Buffon meminta tak berjumpa bersama Juventus pada laga pamungkas Liga Champions.

Walau telah gabung Paris Saint-Germain, sepertinya perasaan cinta penjaga gawang Italia itu tidak sekalipun luntur untuk Juventus.

Dengan Juventus, Buffon mengalami manis-pahitnya dunia sepakbola. Mulai melalui diharuskan terdegradasi menuju Liga Italia Serie B hingga yang paling indah merupakan mencicipi scudetto semaksimal 9 kali.

Cuma 1 yang tak dapat digapai dengan Buffon pada Juventus, yaitu memenangkan trofi Liga Champions. Juventus kala dibela Buffon memang terus jadi langganan laga pamungkas Liga Champions, sayangnya trofi terus tak berjodoh bersama mereka.

Tengah penasaran bersama Liga Champions, Buffon keberatan gantung sepatu serta memutuskan gabung Paris Saint-Germain di Juli 2018. Penjaga gawang gaek berumur 40 musim jelas meminta bareng PSG mimpinya mendapat jawara Liga Champions terkabul.

Tapi Buffon memiliki asa lainnya, yakni tak mau memenangkan trofi jawara dengan menghajar Juventus pada laga pamungkas Liga Champions.

“Tidak (ingin bertanding bersama Juve pada final). Aku menolak kesenangan aku berbuntut bersama kesedihan di bekas kawan satu tim serta fans, ” tutur Buffon dilansir BolaSport. com melalui Gazzetta dello Sport.

“Kami telah terus menangis bareng. Aku layak mendapat kesenangan yang perfect. Jika mesti bertanding bersama Juventus, setingkat lebih bagus sebelum pertandingan laga pamungkas, ” harapnya.

Presiden Napoli Sebut Maurizio Sarri Hanya Seorang Manajer Mata Duitan

Orang nomor 1 di Napoli, Aurelio De Laurentiis, mengatakan jika sebab uanglah yang menimbulkan Maurizio Sarri meninggalkan I Partenopei serta ingin menangani Chelsea.

ADL pernah dipusingkan kala Chelsea menggelar pendekatan pada Sarri yang lagi melatih Napoli di bursa transfer musim panas tahun silam.

Malahan, hal tersebut membikin dia mendatangkan Carlo Ancelotti menjadi nakhoda Napoli meski Sarri belum betul-betul pindah menuju Chelsea. Sekarang, Sarri sudah resmi jadi juru tak-tik Chelsea.

Dan Aurelio De Laurentis juga mengumbar lini negatif bekas anak buahnya itu sesaat sebelum betul-betul memutus kerjasama yang dijalin semenjak 2015, guna membiarkannya pindah ke tim Stamford Bridge.

Hal tersebut tentang tuntutan bayaran yang Sarri harap pada ia.

“Saya kira, aku sudah mendapatkan juru tak-tik yang bakal tinggal pada Napoli guna masa yang panjang. Tapi, di titik ini, segalanya lalu terhubung bersama soal duit, ” tutur De Laurentiis, dilansir BolaSport. com melalui laman London Evening Standard.

“Tiba-tiba, wartawan mengompori dengan menyatakan jika nilai kesepakatan kontrak seharusnya disesuaikan. Menjadi, berapa nilai kesepakatan kontrak yang seharusnya disepakati? Semula melalui 700 ribu hingga Lima juta Euro permusim, ” terangnya.

ADL juga mengakui mendengar jika juru tak-tik 59 musim ini mau jadi kaya bersama beradapatasi nilai kesepakatan kontrak. Seolah-olah dia memperhitungkan jika juru tak-tik 59 musim ini menurut mata duitan.

“Saya pun mendengar dia bilang jika di kesepakatan kontrak mendatang dia mau jadi kaya, ” cetus lelaki kelahiran Roma lelaki 69 tahun kemarin ini.

“Sarri mendeklarasikan diri menyayangi wilayah itu (Naples)? Ya, aku yakin, namun usai ini aku merasa: Apakah jadinya apabila dia cuma menggunakan aku mirip sebuah bank? “